Posko XVI Gelar Pelatihan Keguruan

BATUAN-Untuk meningkatkan kreatifitas guru serta menciptakan efektifitas dalam kegiata belajar mengajar (KBM), maka Posko XVI KKN Riset Partisipatif 2017 adakan pelatihan keguruan untuk para calon tenaga pengajar di Madrasah Diniyah (MADIN) yang dirintis oleh para peserta KKN pada hari Senin, (14/08/2014).

Acara tersebut dimulai pada jam 20:00 WIB dan berakhir pada jam 22:00 WIB. Dengan dihadiri oleh para calon tenaga pengajar di madrasah diniyah (MADIN) yang bertempat di salah satu Mushalla di Dusun Gung-Gung Barat, Desa Gung-Gung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumnep. Pemateri yang hadir dalam acara pelatihan ini adalah masih merupakan salah satu dosen di perguruan tinggi INSTIKA sendiri, yaitu Bapak Muhammad Nihwan, M.Pd.

Dalam kata sambutan ketua Posko XVI, Misbahul Umam MZ (mahasiswa di jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI)), menyampaikan bahwa madrasah diniyah adalah merupakan salah satu program kerja peserta KKN Riset Partisipatif posko XVI desa Gung-Gung, Kecamatan Batuan. Oleh karena itu, untuk menciptakan guru yang profesional dan efektifitas dalam kegiatan belajar mengajar, maka mewakili teman-teman KKN dia sampaikan pentingnya mengadakan pelatihan keguruan untuk para calon tenaga pengajar di madrasah diniyah.

Tujuan dari rekrutmen guru yang dilakukan secara selektif adalah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan kesan-kesan yang kurang baik di kalangan masyarakat, sehingga dapat berakibat inkonsistensinya madrasah diniyah ke depan. "Harapan kami, agar madrasah diniyah bisa betul-betul bertahan di desa Gung-Gung," kata ketua Posko dalam kata sambutannya.

Menurut bapak Muhammad Nihwan, M.Pd., seorang guru harus bisa menciptakan suasana nyaman dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) sehingga proses pembelajaran menjadi sukses. Seperti, ketika hendak memulai pembelajaran, seorang guru harus pinter membuka dan menutup pelajaran. Lebih dari itu, guru harus berpenampilan yang rapi, bertutur kata yang santun, karena guru, menurutnya, adalah menjadi cerminan para anak didik dari ujung rambut sampai ujung kuku. Selanjutnya, guru harus memiliki nilai perjuangan, nilai keikhlasan dan nilai pengabdian. Kalau ketiga nilai di atas telah dimiliki dan diimplementasikan oleh seorang guru, maka insyaAllah anak-anak didik akan menjadi orang yang sukses, cerdas secara spiritual, emosional dan intelektual.

Selain itu, yang harus ditekankan oleh seorang guru selain mengajar adalah dalam hal aspek nurani. Di samping mimang guru harus menguasai materi dan didukung oleh metode-metode pempelajaran yang baik, di samping itu, guru harus sadar. Sadar yang dimaksud di sini adalah erat hubungannya dengan hati. Jadi, di samping guru mengajarkan anak didiknya, maka lebih dari itu, patut kiranya seorang guru adalah mendekatkan diri kepada Allah dan mendoakan murid-muridnya. Karena hal itu adalah bisa menjadikan para anak didik lebih giat dan semangat belajar serta mudah memahami pelajaran yang diberikan oleh seorang guru terhadap murid-muridnya.

Acara pelatihan keguruan berjalan denang lancar, seluruh hadirin yang tergabung dalam acara tersebut dengan khidmat menyimak penjelasan bapak Muhammad Nihwan, M.Pd. Sampai selesai. Setelah acara pelatihan selesai, untuk selanjutnya diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Zainuddin. Setelah pembacaan doa selesai, maka acara selanjutnya dilanjutkan dengan acara ramah-tamah oleh tuan rumah, Ustadz Hamam. (Posko XVI/ Batuan)